Siapa Bilang Lo Kheng Hong Cuan Terus? Dia Juga Pernah Nyangkut Loh!

Lo Kheng Hong atau yang biasa dipanggil sebagai Warren Buffet nya Indonesia pasti sangat dikenal apalagi di kalangan para investor.

Ia merupakan seorang analisis saham yang terkenal pintar dan seringkali cuan besar bahkan sampai bisa mandi uang.

Ia juga dipanggil sebagai salah satu investor dengan value investing yang sukses di BEI. Fun fact tentangnya, ternyata ia jarang sekali tertarik dengan perusahaan bervalue tinggi.

Ia malah lebih tertarik untuk membeli saham gorengan dan menjualnya dengan mendapatkan banyak sekali untung.

Karena, ia bisa menilai mana saham dengan kondisi intrinsiknya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pasarnya.

Jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa ia seringkali mendapatkan cuan yang sangat-sangat besar di pasar modal.

Ia bahkan sudah memiliki kepemilikan yang besar atau di atas 5% pada perusahaan PT Pertrosea Tbk dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.

Namun, ia juga memegang beberapa saham dengan kepemilikan di bawah 5% dan tetap mendapatkan untung hingga miliaran.

Bahkan, di tahun 2016 lalu ia pernah mengoleksi saham INDY dan mendapat untung hingga 545%. Wow. Bayangkan sebanyak apa untungnya saat itu.

Lalu di 2017 ia untung lagi di saham INDY dengan total untung bersih mencapai Rp 250 miliar kurang dari setahun.

Ia memang seringkali tepat sasaran saat mencari saham yang bagus untuk dijadikan trading. Ia bahkan pernah meraup untung sampai dengan 6.000% di saham UNTR pada saat krisis 98 serta 12.600% di tahun 2011.

Mentalnya yang kuat serta kepintarannya dalam memilah saham membuatnya bisa terus meraup untung di saat investor lain ketakutan dan menjual saham mereka.

Namun, yang namanya investor pastilah pernah merasakan pahitnya berada di sebuah pasar modal. Tak terkecuali dengan Lo Kheng Hong.

Ia bahkan mengaku pernah nyangkut di saham BUMI atau PT Bumi Resources Tbk di tahun 2012 lalu. Saat itu saham ini berada pada angka Rp 1000.

Sayangnya, saham ini terus turun bahkan hingga menggapai titik terendah dari harga sebuah saham, Rp 50 atau yang biasa dipanggil saham gocap oleh investor.

Karena, saat itu harga batu bara terus-terusan turun dan BUMI terus tertimpa isu-isu yang kurang mengenakkan.

Namun, karena Lo Kheng Hong memiliki keyakinan penuh atas BUMI, ia terus melakukan Average Down di saham ini.

Ia merasa bahwa BUMI tidak pantas dihargai gocap karena mereka memiliki cadangan batu bara yang sangat besar. Inilah yang tidak diketahui oleh banyak orang.

Sampai akhirnya BUMI memberikan keuntungan besar bagi Lo Kheng Hong dimana sahamnya naik kembali hingga ke Rp 500 per unit nya.

Lo Kheng Hong lalu membawa pergi keuntungannya tersebut tanpa rasa penyesalan walau pernah nyangkut.

Ia juga memiliki prinsip bahwa di setiap bencana pasti ada kesempatan, dan disanalah kesempatan ia untuk masuk dan meraup banyak untung. Tak terkecuali di masa pandemic seperti ini.

“Beli saat turun dan semua orang kabur, dan jual di saat hijau dan semua orang membeli. Namun jangan lupa untuk tetap menganalisa perusahaan dengan baik.” Kata Lo Kheng Hong di suatu seminar kala itu.

Itulah kisah menarik mengenai Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai investor yang selalu membawa untung di tangannya. Semoga ia bisa menjadi inspirasi kalian.